Minggu, 17 Agustus 2014

BOLEH “NGE-ROCK” DI PERPUSTAKAAN WONOSOBO :KONSER ROCK MERDEKA


Bupati Wonosobo H.A Kholiq Arif menyanyikan lagu Rock pada "Konser Rock Merdeka" di Perpustakaan Kabupaten Wonosobo

Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo kembali menfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan bakat dan kreatifnya untuk membuat Wonosobo lebih berwarna. Pada Hari Minggu Malam Tanggal 17 Agustus 2014 telah diselenggarakan “ Konser Rock Merdeka”  di halaman Perpustakaan Kabupaten Wonosobo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia . Konser ini merupakan kerja sama antara Tabloid Taman  Plaza dan berbagai komunitas Rock di Kabupaten Wonosobo  serta didukung oleh  Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo.

Bupati Wonsobo H.A Kholiq Arif dalam sambutannya pada acara ini menyatakan sangat menyambut baik diselenggarakannya acara “Konser Rock Merdeka” dan mengharapkan kegiatan serupa bisa lebih sering diselenggarakan di Perpustakaan Kabupaten Wonosobo. Berkaitan dengan itu Bupati Wonosobo juga mewacanakan untuk Perpustakaan Kabupaten Wonosobo dapat membuat panggung permanen di halaman Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo sehingga dapat digunakan kapan saja sebagai ajang kreatifitas masyarakat Wonosobo.

Dalam kesempatan ini Bupati Wonosobo ikut larut bersama para Rocker Wonosobo yang hadir dengan ikut menyumbang sebuah lagu Rock karya God Bless  dan disambut antusias oleh para penonton yang memadati halaman Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo. Selain Bupati Wonosobo, acara ini juga dihadiri Sekertaris Daerah Kabupaten Wonosobo Eko Sutrisno, Kepala Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo Suharna, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo Sigit Sukarsana, dan beberapa pejabat SKPD Kabupaten Wonosobo.

Rabu, 09 Juli 2014

PERPUSTAKAAN WONOSOBO LEBIH BERWARNA



Perpustakaan sering kali dianggap sebagai wahana yang kaku dan penuh aturan sehingga banyak dari pengelola perpustakaan enggan untuk berinovasi dalam usaha memberikan warna lain bagi perpustakaannya. Hal tersebut di era sekarang ini menjadi hal yang perlu diperbaiki dalam rangka pengembangan perpustakaan agar dapat terus disukai oleh para penggunanya.

Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo terus berusaha memberikan tempat yang nyaman kepada pengunjung dengan memberikan corak lain. Untuk memberikan rasa nyaman dan ceria bagi anak-anak yang rutin berkunjung di wahana ruang pembelajaran anak Perpustakaan Kabupaten Wonosobo, diberikan nuansa baru dengan menambah gambar-gambar binatang yang lucu sehingga anak-anak lebih betah dan familiar di perpustakaan.

Ide tersebut muncul untuk dapat mengejawantahkan UU 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dimana perpustakaan berkembang menjadi wahana rekreasi sehingga perpustakaan tidak terkesan kaku dan terus mengikuti perkembangan jaman. Selain itu , penerapan gambar binatang tersebut untuk menanaman kepada anak agar cinta binatang dan lingkungan hidup lainnya.

Keberadaan gambar-gambar tesebut juga memberikan daya tarik baru di perpustakaan dengan banyaknya pengunjung yang berfoto di depan gambar-gambar tersebut. Dalam waktu dekat ini Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo akan menambah wahana baru yaitu ruang main anak out door di mana ruang ini akan melengkapi permainan anak di halaman perpustakaan.

Senin, 07 Juli 2014

LOMBA CERITA TAHUN 2014 : MINAT TERHADAP LEGENDA LOKAL MENINGKAT


Tanggal  19 Juni 2014 yang lalu, telah diadakan Lomba Cerita Tingkat Kabupaten Wonosobo Tahun 2014 yang merupakan kegiatan rutin Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo dalam rangka meningkatkan minat baca dan tulis. Selain itu juga diharapkan dengan adanya acara ini kunjungan masyarakat ke perpustakaan terus meningkat dalam waktu ke waktu.

Hasil Lomba Cerita ini yang penilainnya dilakukan oleh Tim yaitu Endang Widowati,S.Pd, M.Pd, Junet, dan Heri Pujiyanto,S.Pd.M.Si. , memutuskan tiga peringkat juara yaitu :

Juara I Farah Arista Manda dari SD N 1 Jaraksari
Juara II Agistina Chasanah SD N 4 Wonosobo
Sifaul Khoiriyah dari SD N 2 Banyumudal

Selain menghasilkan anak-anak yang berbakat, lomba cerita kali ini mempunyai aura yang berbeda dengan munculnya karya-karya baru skrip cerita yang bernafaskan budaya lokal Wonosobo. Cerita-cerita tersebut antara lain Bambu Rengkol Dari Kalilusi Sapuran, Legenda Kalibawang, Legenda Telaga Menjer, dan Legenda Tari Lengger yang dibawakan oleh Farah Arista Mandala yang memenangkan lomba cerita ini.

Perkembangan ini sangat membanggakan karena beberapa tahun terakhir minat penggalian sejarah dan budaya lokal dalam bentuk literatur sangat kurang, maka dengan adanya banyak skrip cerita legenda bertema lokal Wonosobo diharapkan akan tergali banyak cerita yang dapat menjadi referensi dan teladan bagi masyarakat Wonosobo khususnya dan Indonesia pada umumnya.