Senin, 07 Juli 2014

LOMBA CERITA TAHUN 2014 : MINAT TERHADAP LEGENDA LOKAL MENINGKAT


Tanggal  19 Juni 2014 yang lalu, telah diadakan Lomba Cerita Tingkat Kabupaten Wonosobo Tahun 2014 yang merupakan kegiatan rutin Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo dalam rangka meningkatkan minat baca dan tulis. Selain itu juga diharapkan dengan adanya acara ini kunjungan masyarakat ke perpustakaan terus meningkat dalam waktu ke waktu.

Hasil Lomba Cerita ini yang penilainnya dilakukan oleh Tim yaitu Endang Widowati,S.Pd, M.Pd, Junet, dan Heri Pujiyanto,S.Pd.M.Si. , memutuskan tiga peringkat juara yaitu :

Juara I Farah Arista Manda dari SD N 1 Jaraksari
Juara II Agistina Chasanah SD N 4 Wonosobo
Sifaul Khoiriyah dari SD N 2 Banyumudal

Selain menghasilkan anak-anak yang berbakat, lomba cerita kali ini mempunyai aura yang berbeda dengan munculnya karya-karya baru skrip cerita yang bernafaskan budaya lokal Wonosobo. Cerita-cerita tersebut antara lain Bambu Rengkol Dari Kalilusi Sapuran, Legenda Kalibawang, Legenda Telaga Menjer, dan Legenda Tari Lengger yang dibawakan oleh Farah Arista Mandala yang memenangkan lomba cerita ini.

Perkembangan ini sangat membanggakan karena beberapa tahun terakhir minat penggalian sejarah dan budaya lokal dalam bentuk literatur sangat kurang, maka dengan adanya banyak skrip cerita legenda bertema lokal Wonosobo diharapkan akan tergali banyak cerita yang dapat menjadi referensi dan teladan bagi masyarakat Wonosobo khususnya dan Indonesia pada umumnya.

GALERI WONOSOBO TEMPO DULU DI PERPUSTAKAAN KABUPATEN WONOSOBO



Kebesaran suatu daerah tidak bisa lepas dari sejarah yang mengiringi daerah itu berdiri. Perpustakaan Kabupaten Wonosobo dalam usaha meningkatkan layanan terhadap masyarakat dengan mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yaitu perpustakaan sebagai tempat rekreasi dan pelestarian budaya lokal, melakukan inovasi dengan membuat wahana galeri Wonosobo Tempo Dulu.

Galeri ini berisi foto-foto Wonosobo di era kolonial Belanda dan juga memberikan beberapa paparan sejarah tentang beberapa hal yang berkaitan dengan Kabupaten Wonosobo. Kepala Perpustakaan Kabupaten Wonosobo Drs. Suharna, M.MPd. yang dilansir dari Suara Merdeka menyatakan bahwa pemasangan cerita sejarah, peristiwa bencana yang meluluhlantakkan kota, maupun foto-foto tempo dulu, dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang berbagai hal daerah ini di masa lalu.

Sejak dipamerkan awal Bulan Juni lalu, galeri yang ditempatkan di lorong masuk perpustakaan ini telah banyak menarik minat pengunjung dimana kebanyakan diantara mereka antusias dengan sejarah Wonosobo yang belum pernah mereka baca sebelumnya. Sumber sejarah dan foto yang ditampilkan berdasarkan pada literatur sejarah baik dari dalam maupun luar negeri. Sedangkan khusus koleksi foto merupakan repro dari koleksi beberapa museum di Belanda.

Diharapkan galeri ini dapat menjadi cikal dari berdirinya museum di Kabupaten Wonosobo yang lebih representatif dan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembelajaran dan kebangkitan nilai patrotisme di masyarakat.

Minggu, 29 Juni 2014

TOLK SHOW BERSAMA ANDI F NOYA DUTA BACA INDONESIA




        Pada Hari Kamis Tanggal 12 Juni Tahun 2014 yang lalu telah diadakan Seminar Perpustakaan  “Talk Show Bersama Andi F Noya Duta Baca Indonesia” di Gedung Sasana Adipura Kabupaten Wonosobo. Acara ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang dalam hal ini sebagai Leading Sector adalah Kantor Perpustakan Kabupaten Wonosobo , dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PERPUSNAS RI). Acara ini dihadiri oleh Andi F Noya sebagai Narasumber, Kepala PERPUSNAS RI, Kepala Badan ARPUS Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo, Unsur Muspida, Jajaran SKPD Pemerintah Kabupaten Wonosobo, perwakilan dari Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa, serta Tamu Undangan lainnya.

            Acara ini diselenggarakan untuk mengajak masyarakat Wonosobo agar tertarik untuk berkunjung dan memanfaatkan fasilitas serta melaksanakan kegiatan kreatif di perpustakaan, guna memperluas ilmu dan membuka wawasan untuk lebih berpikir maju.  Hal tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Wonosobo.

            Harapan selanjutnya adalah agar masyarakat dan stake holder penyelenggara pemerintahan agar ada pemahaman untuk kemudian peduli bahwa perpustakaan sangat dibutuhkan sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi semua tingkat baik usia maupun profesi dan latar belakang. Paling tidak masyarakat akan lebih tertarik dengan perpustakaan  dengan kehadiran Andi F Noya ini yang  menyampaikan materi informasi praktis dengan gaya dan keahliannya.

Pada kesempatan itu hadir pula Ahmad Fuadi pengarang novel “Negeri Lima Menara“ yang ikut serta bersama Andi F Noya memotivasi peserta seminar perpustakaan. Kemudian hadir pula Ibu Yan seorang pensiunan guru yang aktif membimbing pelajaran matematika bagi  siswa yang tidak mampu.Dalam acara ini juga akan dicanangkan gerakan Wonosobo Membaca oleh Bupati Wonosobo H.Kholiq Arif.