Senin, 01 Juli 2013

LOMBA BERCERITA SISWA SD/MI TINGKAT KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2013



Beberapa waktu yang lalu tepatnya Tanggal 17 dan 18 Juni 2013 telah dilaksanakan lomba bercerita Siswa SD / MI tingkat Kabupaten Wonosobo yang bertempat di Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo. Lomba diikuti oleh 25 anak yang merupakan perwakilan dari 15 Kecamatan di Kabupaten Wonosobo.

Materi lomba adalah cerita yang diambil dari cerita rakyat dengan komponen penilaian adalah penampilan peserta, cara bercerita atau teknik bercerita, penguasaan materi, dan kemampuan peserta. Adapun sebagai juri adalah Umi Kulsum,S.Sos.I dari Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo, Endang Widowati,S.Pd,M.Pd dari SLTP N 3 Wonosobo, dan Yosephine Maryati,S.Pd.,M.M.

Hasil lomba menghasilkan 6 peringkat juara yaitu :
Juara I   Friska Dila Putri P dari SD N 1 Jaraksari Kecamatan Wonosobo
Juara II  Hersya Meidiani dari SD N 2 Maduretno Kecamatan Kalikajar
Juara III                Ika Fitriani dari SD N 1 Kecamatan Kalikajar
Juara IV Ariska Nur Farida dari SD N 1 Bojasari Kecamatan Kertek
Juara V Tri Jaya Bhakti dari SD N 2 Kalibeber Kecamatan Mojotengah
Juara IV Nabila Meisya R dari MI MUH Kalibeber Kecamatan Mojotengah

Selanjutnya Juara I berhak mewakili Kabupaten Wonosobo mengikuti lomba Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Selasa, 25 Juni 2013

PELATIHAN OTOMASI BAGI PERPUSTAKAAN DESA



Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo melaksanakan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pengelola Perpustakaan Kegiatan yang dilaksanakan pada Tanggal 22 Juni s/d 24 Juni 2013 dengan materi utama otomasi perpustakaan.Peserta diklat 40 orang dari perpustakaan desa dan  ditambah dengan peserta internal Kantor Perpustakaan karena setelah pelatihan tersebut Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo akan bertindak sebagai pembina.

Soft Ware SENAYAN merupakan otomasi perpustakaan yang direkomendasikan oleh Badan ARPUS Provinsi Jawa Tengah karena model otomasi ini termasuk free soft ware hingga dapat dipakai dengan gratis tanpa lisensi. Dalam pelatihan ini dibantu oleh Tim Senayan yang dipimpin oleh Budy Heryanto.

Tahun ini Kabupaten Wonosobo tidak berhasil meraih pretasi puncak pada lomba perpustakaan desa tingkat provinsi salah satunya karena otomasi perpustakaan yang dilaksanakan belum terorganisir dengan baik sehingga mengurangi poin penilaian.Untuk mempermudah pengelolaan bahan pustaka di perpustakaan desa dan mengejar ketertinggalan di bidang TI Otomasi maka Kabupaten Wonosobo perlu memberikan rangsangan berupa pelatihan otomasi kepada perpustakaan desa.

Selasa, 18 Juni 2013

PELATIHAN ADVOKASI BAGI STAKE HOLDER PERPUSTAKAAN




Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Coca Cola Foundation kembali mengadakan pelatihan capacity building bagi para stake holder perpustakaan pada Tanggal 11 Juni 2013 sampai dengan 13 Juni 2013 yang lalu di Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan Perpuseru dalam usaha untuk lebih memajukan perpustakaan di Kabupaten Wonosobo.

Peserta pelatihan ini meliputi para para stake holder perpustakaan seperti pengurus perpustakaan desa, LAG, pemerhati perpustakaan, dan SDM Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo. Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan stake holder perpustakaan dalam usaha untuk mencari dana dengan cara loby maupun dengan beragam strategi ,baik dana dari pemerintah maupun pihak lain. Dana ini tentunya dipergunakan untuk menghidupkan dan meningkatkan performa perpustakaan.

Dalam pelatihan ini diadakan pelatihan melakukan perencanaan yang baik serta melakukan simulasi advokasi. Sebagai narasumber dipandu dari Tim Coca Cola Foundation dan penambahan materi dari Bappeda Kabupaten Wonosobo. Dari diskusi dengan Bappeda Kabupaten Wonosobo muncul suatu tantangan bagi stake holder perpustakaan untuk tidak bergantung kepada dana pemerintah karena dana pemerintah khususnya APBD sangat terbatas. Butuh keberanian dari stake holder perpustakaan untuk berjuang dan bergerak mencari terobosan dana dari pihak diluar pemerintah.

Out Come dari kegiatan ini adalah munculnya beberapa ide yang akan ditindaklanjuti dalam usaha pengembangan perpustakaan seperti kolaborasi antara perpustakaan dan UMKM sehingga perpustakaan dapat memberikan nilai lebih bagi para pengurusnya dengan mencari celah permodalan baik dari instansi pemerintah terkait ataupun pihak non pemerintah.