Kamis, 06 Desember 2012

STUDI BANDING PANSUS I DPRD KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT


Perpustakaan Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan studi banding dari DPRD Kota Banjar Provinsi Jawa Barat pada Hari Rabu Tanggal 5 Desember 2012  yang merupakan Panitia Khusus I DPRD Kota Banjar yang sedang melaksanakan pembahasan Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan di Kota Banjar. Rombongan berjumlah 15 orang yang terdiri dari 1 orang Pimpinan DPRD, 12 orang anggota Panitia Khusus I serta 2 orang dari Sekretariat DPRD Kota Banjar.

Drs. Suharna,M.MPd. selaku Kepala Kantor Perpustakaan  Kabupaten Wonosobo memberikan beberapa penjelasan kepada rombongan antara lain berkaitan dengan besarnya anggaran bagi Perpustakaan Kabupaten Wonosobo pada Tahun 2011 dan Tahun 2012 yang mencapai sekitar 9,8 Milyar. Anggaran sebesar itu sebenarnya bukan anggaran rutin namun berasal dari Bantuan Provinsi hasil dari apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini Bapak Gubernur Bibit Waluyo terhadap prestasi yang diraih Perpustakaan Kabupaten Wonosobo meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional. Selain itu dukungan penuh dari Bapak Bupati Wonosobo Kholiq Arif yang terus memberikan suport sehingga Perpustakaan Kabupaten Wonosobo mendapat nilai anggaran yang tinggi pada Tahun 2011 dan Tahun 2012. Anggaran tersebut dalam pelaksanaannya dipergunakan untuk membangun gedung baru yang telah diresmikan Tanggal 11 Juni 2012 yang lalu dan dipergunakan untuk melengkapi sarana prasarana termasuk pembelian buku koleksi. Namun secara anggaran rutin murni APBD Kabupaten Wonosobo , anggaran untuk Perpustakaan Wonosobo masih relatif kecil dikarenakan kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

Dalam kesempatan ini disampaikan pula usaha Perpustakaan Umum untuk meningkatkan minat baca masyarakat dengan terus berupaya antara lain merengkuh masyarakat sekitar Kantor Perpustakaan  Kabupaten Wonosobo seperti komunitas Jakilun (Jalan Kaki Alun-alun) dan juga sekarang intens menggarap kalangan pendidik dan siswa sekolah. Kedepan akan diusahakan untuk mengadakan MOU dengan Dinas Dikpora Kabupaten Wonosobo dalam rangka lebih mendekatkan para Guru dan siswa dengan Perpustakaan  semisal pemberlakuan wajib menjadi anggota perpustakaan yang pendaftarannya hanya Rp. 10.000,- untuk seumur hidup. Kebijakan ini saat ini masih dalam batas wacana dan akan dikaji kedepannya.

Rombongan Panitia Khusus I DPRD Kota Banjar kemudian melakukan kunjungan keliling Perpustakaan Kabupaten Wonosobo untuk melihat langsung kondisi sarana prasarana dan layanan yang ada.

Selasa, 04 Desember 2012

KUNJUNGAN PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN BANTUL DI PERPUSTAKAAN KABUPATEN WONOSOBO


Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo pada Hari Selasa Tanggal 4 Desember 2012 kemarin menerima kunjungan dari Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rombongan diterima oleh Kasubag TU Nining Endah Cahyani,S.Sos beserta jajaran struktural Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo.

Maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk melakukan studi guna pengembangan perpustakaan di wilayahnya. Rombongan berjumlah 28 orang dipimpin langsung oleh Kepala Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul Ir. Supriyanto,M.Si. Menurut beliau Perpustakaan Kabupaten Wonosobo dianggap perpustakaan yang tepat untuk studi dikarenakan telah meraih Juara I Perpustakaan Umum Tingkat Nasional Tahun 2010 dan memiliki fasilitas gedung dengan sarana prasarana yang mewah.Masih menurut beliau bahwa kunjungan ini selain untuk bahan masukan pengembangan di Perpustakaan Umum Kabupaten Bantul juga untuk “ngangsu kawruh” pembuatan Renstra Perpustakaan dan jalannya Teknis Pengelolaan Perpustakaan.

Pada sesi tanya jawab, ditanyakan antara lain tentang bagaimana kiat Perpustakaan Kabupaten Wonosobo dalam melakukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti Coca Cola Foundation, Tirto Utomo, maupun World Bank. Secara umum dijelaskan bahwa kerja sama dengan pihak tersebut diatas merupakan inisiatif dari lembaga bersangkutan dengan melakukan survei secara diam-diam di Perpustakaan Kabupaten Wonosobo. Karena dirasa Perpustakaan Kabupaten Wonosobo sesuai dengan standar survey mereka maka berlanjut pada penawaran kerja sama maupun bantuan lainnya.

Acara diakhiri dengan ramah tamah dan kunjungan langsung rombongan ke ruang-ruang serta sharing tukar menukar ilmu dan informasi perpustakaan.

Minggu, 25 November 2012

PELATIHAN LAYANAN PRIMA DI PERPUSTAKAAN KABUPATEN WONOSOBO


Dalam usaha meningkatkan performansi perpustakaan, Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan Perpuseru Coca Cola Foundation kembali mengadakan kegiatan Pelatihan untuk staf internal perpustakaan Kabupaten Wonosobo dan  pengelola perpustakaan yaitu pelatihan Layanan Prima.pelatihan ini diselenggarakan pada Tanggal 26 November 2012 sampai dengan 28 November 2012.


Dalam pelatihan ini selain diberikan bagaimana cara meningkatkan pelayanan kepada masyarakat juga diberikan materi untuk mempromosikan perpustakaan kepada masyarakat dan bagaimana membuat event guna membuat perpustakaan lebih berdaya guna dan lebih dekat  masyarakat.

Menurut Kepala Kantor Perpustakaan Kabupaten Wonosobo Drs. Suharna, M.MPd kegiatan ini sangat bagus karena dapat melatih pelayanan yang prima  diawali dengan langkah-langkah tepat dalam memberikan layanan dengan teori terkini. Selain itu dengan adanya pemberian materi promosi akan menambah pengertian tentang apa yang semestinya dilakukan pada kegiatan pomosi di perpustakaan  dan juga akan mampu diprediksi jangkauan kegiatan promosi sesuai dengan targetnya. Hal ini juga selaras dengan gagasan Bapak Bupati Wonosobo agar perpustakaan melakukan promosi yang tepat sasaran khususnya kepada para guru dan anak sekolah. Kedepan akan segera diwujudkan rangkaian terpadu untuk melakukan promosi perpustakaan kepada Kepala UPTD Dikpora dan kepala sekolah di tingkat SD/MI,SMP/MTs,dan SMA/SMK/MA.

Khusus di bidang Layanan perlu adanya sesuatu peningkatan yg lebih baik terutama layanan cepat tepat dan ramah agar perpustakaan bisa menjadi layanan yang benar-benar fokus kepada masyarakat. Selain itu dengan adanya internet yang saat ini begitu mengalami kemajuan pesat maka perpustakaan harus tetap eksis agar tidak tergerus keberadaan media internet. Meyakinkan masyarakat bahwa buku secara fisik mempunyai nuansa yang lebih mendalam dan mempunyai kepastian literatur menjadi cukup penting selain mengusahakan perpustakaan kabupaten wonosobo memasuki era perpustakaan digital secara lebih profesional.